Tidak Boleh Asal, Yuk Simak SOP Pemasangan Infus

Sop Pemasangan Infus

Salah satu tindakan dasar yang bisa dilakukan pihak medis untuk menangani pasiennya adalah dengan memasangkan infus. Infus yang dipasangkan oleh perawat,  dianggap sebagai rangkaian kegiatan untuk perawatan sekaligus pengobatan. Pemasangannya sendiri tidak boleh sembarangan orang, sebab dapat membahayakan sang pasien. Agar tidak salah langkah, yuk simak apa itu SOP pemasangan infus yang benar. 

Langkah Memasang Infus Pada Pasien

Setiap rumah sakit, tentu memiliki SOP yang berbeda dan harus dilaksanakan bagi seluruh pegawainya. Hal ini juga berlaku bagi para perawat ketika ingin memberikan perawatan utama seperti pemasangan infus. Ternyata, standar pemasangan infus di setiap instansi pelayanan kesehatan berbeda. Sebab, tergantung dari referensi mana yang tengah dijadikan pedoman. Secara garis besar, pemasangan infus dilakukan dengan cara yang sama.

1. Indikasi Memasang Infus
Indikasi pemasangan infus pada tubuh pasien, terdiri dari 4 situasi, yaitu sesuai dengan kebutuhan untuk memberikan obat intravena, transfusi darah, hidrasi intravena, serta situasi lain yang mengharuskan adanya akses langsung ke aliran darah. Sebab, infus tidak boleh sembarangan dipasang kepada setiap pasiennya. Apabila perawat tidak melakukannya sesuai dengan apa itu SOP pemasangan infus, akan berakibat fatal.

Apabila pasien mengalami kondisi emergency, perawat bisa memberikan obat secara langsung melalui pembuluh darah Intra Vena. Ketika obat lebih cepat sampai menuju pembuluh darah, maka obat bisa langsung bereaksi di dalam tubuh pasien. Hal ini hanya dilakukan kepada pasien yang dianggap memiliki status berbahaya dan perlu untuk diberikan tindakan secara cepat.

Fungsi dari memasang infus pada pasien adalah, untuk memberikan respon cepat ketika perawat memberikan obat, seperti furosemid, digoxin, dan sebagainya. Infus juga perlu dipasangkan kepada para pasien, yang mendapatkan terapi obat dengan dosis besar secara terus menerus. Bahkan terkadang, pasien ini harus mendapatkan obat terus menerus dalam jangka waktu panjang sesuai SOP pemasangan infus. 

Pemasangan infus tersebut, juga perlu dilakukan kepada pasien yang membutuhkan pencegahan akibat adanya gangguan cairan dan elektrolit. Sedangkan pada pasien yang tidak nyaman ketika mendapatkan injeksi melalui otot ( injeksi intramuskuler ), maka infus bisa menjadi alternatif lain. Tidak hanya itu saja, pasien yang tengah mendapatkan transfusi darah, tentu harus diinfus. Infus ini berfungsi untuk menyalurkan darah dari pendonor kepada tubuh pasien sesuai apa itu SOP. 

Ternyata, infus juga bisa dilakukan sebagai tindak pencegahan (upaya profilaksis), sebelum melakukan prosedur rumah sakit. Prosedur yang dimaksud seperti ketika pasien akan melaksanakan operasi besar dengan resiko adanya pendarahan, sehingga diperlukan memasang infus intravena. Pemasangan ini berfungsi sebagai bentuk persiapan apabila pasien mengalami syok saat operasi berlangsung. Tidak hanya itu saja, perawat akan lebih mudah ketika akan memberikan obat. 

2. Kontraindiksi Memasang Infus
Memasang infus dalam kondisi kontraindikasi relatif, disebabkan karena segala bentuk prosedur hingga operasi tidak boleh digunakan, sebab dapat membahayakan pasien tersebut. Kondisi yang sedang dibicarakan adalah ketika pasien mengalami inflamasi (pembengkakan, merasa nyeri atau demam), luka bakar, flebiitis, sklerosis vena, dan adanya infeksi yang berada di area yang hendak dipasangi infus. 

Khusus untuk pasien gagal ginjal, tidak dianjurkan untuk dipasangi infus di lengan bawahnya, sebab lokasi ini akan digunakan untuk memasang fistula arteri – vena ketika mengambil tindakan cuci darah (hemodialisis). Selain itu, pasien yang menggunakan obat- obatan yang dapat memicu iritasi pada pembuluh vena kecil, dimana aliran darahnya melambat, hendaknya tidak dipasangi infus. Pentingnya mengetahi apa itu SOP perawat untuk memasang infus.

Pemasangan infus menjadi salah satu tindakan yang dirasa penting untuk pengobatan sekaligus perawatan pasien. Para perawat hendaknya memperhatikan lebih lanjut, pasien mana saja yang masuk dalam kategori harus segera diberikan infus, dan mana pasien yang tidak boleh dipasangi infus. Fungsi dari memasang infus sendiri, memiliki fungsi yang beragam, salah satunya untuk mempermudah memasukkan obat dalam tubuh pasien. 
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Postingan Populer

Label

Recent Posts

Label Cloud